Pages

Showing posts with label Serangga terbang. Show all posts
Showing posts with label Serangga terbang. Show all posts

Wednesday, December 21, 2016

Kecoa Atau Lipas

Coro maupun disebut juga dengan kecoa dan lipas adalah satu jenis serangga yang menjijikkan dan menjengkelkan, mungkin ia adalah salah satu serangga yang paling menjijikkan karena mencari makan ditempat tempat yang jorok dan kotor.

Hewan berwarna cokelat ini meski berukuran kecil namun kehadirannya cukup mengganggu, ia seringkali berada di tempat tempat jorok dan kemudian keluar mencari makan ditempat tempat yang bersih dan sumber makanan. 

Selain keberadaannya yang mengganggu dan menjengkelkan ia juga dikenal dan dipercaya memiliki penyakit yang membahayakan , ketika virus atau cacing yang hidup didalam tubuhnya masuk kedalam tubuh manusia dan hidup serta berkembang biak. 

Binatang kecil yang sering kali berada di rumah kita ini biasanya mengendap endap untuk mencicipi makanan dan atau memakan kardus maupun buku hingga rusak berserakan. Tidak hanya merusak kecoa juga menyebarkan penyakit sehingga perlu di usir dari rumah. 

Terdapat beberapa cara untuk mengusir kecoa dan atau membasmi kecoa , namun yang paling cepat dan jitu adalah menyembrotnya dengan bahan kimia sejenis baygon, hit dan atau yang lainnya. termasuk memberi perlindungan garis disekitar tempat kecoa mencari makan dengan kapur anti semut dan kecoa. 

Atau anda bisa menyiram sarang kecoa dan serangga lainnya dengan bahan kimia sehingga tidak ada lagi benih benih kecoa yang nantinya akan tumbuh dan berkembang di wc , atau tempat tempat pembuangan sampah lainnya.

Tuesday, September 16, 2014

Ulat | Entung

Entung adalah ulat yang biasa menempel atau hidup dengan menggulung daun pisang, hingga membentuk sebuah gulungan daun yang mirip contong pembungkus kacang. 

Sebelumnya induk dari entung yang mirip kupu - kupu bertelur atau menempelkan telur mereka pada daun pisang yang jumlahnya bervaritif. 

Kemungkinan besar berjumlah antara 10 - 20 buah telur entung yang ditempelkan oleh induk dari kupu - kupu setelah beberapa saat kupu - kupu hidup dalam siklus mereka. 

Telur dari entung ini kemudian menetas dan menghasilkan beberapa buah entung yang hidup dengan memakan daun pisang, nampak seperti ulat - ulat kecil yang juga bisa bergelantungan karena memiliki serat yang mirip jaring seperti milik laba - laba. 

Ulat dari kupu - kupu yang oleh kebanyakan orang ditempang saya ini disebut entung kemudian akan tumbuh membesar dan pada waktunya membungkus diri mereka untuk berubah menjadi kupu - kupu mereka akan terlebih dahulu membungkus tubuh lembut mereka dengan jaringan kulit yang agak keras seperti kepompong didalam sebuah gulungan daun pisang , sampai mereka menjadi kupu - kupu dan siap terbang... 


Sunday, September 7, 2014

Capung

Capung atau dragon fly adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Kedua macam serangga ini jarang berada jauh - jauh dari tempat yang berair atau genangan air, tempat mereka bertelur dan menghabiskan masa pra - dewasa anak-anaknya. 

Namanya dalam bahasa daerah adalah papatong (Sd.), kinjeng (Jw.), coblang (Jw.), kasasiur (bjn), tjapung Capung (subordo Anisoptera) atau duduk. 

Capung umumnya bertubuh relatif besar menurut ukuran serangga pada umumnya dan hinggap dengan sayap terbuka atau terbentang ke samping jika sedang terjaga dan maupun tertutup jika sedang tidur. Sedangkan capung jarum umumnya bertubuh kecil (meskipun ada beberapa jenis yang agak besar), memiliki abdomen yang kurus ramping mirip jarum, dan hinggap dengan sayap-sayap tertutup, tegak menyatu di atas punggungnya.

Habitat Capung menyebar luas, di hutan-hutan, kebun, sawah, sungai dan danau, hingga ke pekarangan rumah dan lingkungan perkotaan. Beberapa jenis capung, merupakan penerbang yang kuat dan luas wilayah jelajahnya. Beberapa jenis yang lain memiliki habitat yang spesifik dan wilayah hidup yang sempit. 

Capung jarum biasanya terbang dengan lemah, dan jarang menjelajah jauh. Siklus hidup capung, dari telur hingga mati setelah dewasa, bervariasi antara enam bulan hingga maksimal enam atau tujuh tahun. Capung meletakkan telurnya pada tetumbuhan yang berada di air. Ada jenis yang senang dengan air menggenang, namun ada pula jenis yang senang menaruh telurnya di air yang agak deras. 

Setelah menetas, tempayak (larva) capung hidup dan berkembang di dasar perairan, mengalami metamorfosis menjadi nimfa, dan akhirnya keluar dari air sebagai capung dewasa. Sebagian besar siklus hidup capung dihabiskan dalam bentuk nimfa, di bawah permukaan air, dengan menggunakan insang internal untuk bernapas. 

Tempayak dan nimfa capung hidup sebagai hewan karnivora yang ganas. Nimfa capung yang berukuran besar bahkan dapat memburu dan memangsa berudu dan anak ikan. Setelah dewasa, capung hanya mampu hidup maksimal selama empat bulan.